WWW.PATROLISULSEL.COM Makassar – Unggahan akun Instagram Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menjadi sorotan publik setelah memuat tangkapan layar percakapan yang diduga berisi permintaan dari seorang oknum polisi agar postingan terkait kasus penembakan seorang remaja dihapus. (04/03/2026)
Dalam unggahan tersebut, terlihat pesan yang meminta agar konten itu “di-take down”. LBH Makassar menilai permintaan tersebut sebagai bentuk tekanan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus penembakan yang mengakibatkan seorang remaja meninggal dunia.
Peristiwa penembakan itu sendiri memicu gelombang kritik dan keprihatinan masyarakat. Sejumlah pihak mempertanyakan transparansi penanganan kasus serta mendesak aparat penegak hukum untuk membuka fakta secara terang benderang.
LBH Makassar dalam keterangannya menyebut, hingga saat ini belum banyak media arus utama yang mengangkat peristiwa tersebut secara mendalam. Kondisi itu dinilai semakin memperkuat dugaan adanya upaya pembungkaman informasi.
“Kami berharap proses hukum berjalan objektif dan transparan. Jangan sampai ada intervensi yang justru mengaburkan fakta di lapangan,” tulis LBH dalam unggahannya.
Sementara itu, publik di media sosial terus menyuarakan desakan agar kasus ini diusut tuntas. Warganet meminta institusi kepolisian bersikap terbuka dan memberikan penjelasan resmi guna menghindari spekulasi yang berkembang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan permintaan penghapusan unggahan tersebut maupun perkembangan terbaru penyelidikan kasus penembakan yang menewaskan remaja tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap profesionalisme aparat dalam penggunaan senjata api, sekaligus menjadi ujian komitmen penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan.
Komentar