WWW.PATROLISULSEL.COM, PINRANG – Sosok Andi Rahmat sebagai lurah Benteng Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, kian mendapat perhatian publik berkat berbagai inovasi dan terobosan yang dinilai mampu memperkuat kesejahteraan, keamanan, dan ketenteraman masyarakat. (20/06/2026).
Kepemimpinan Andi Rahmat disebut banyak warga sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan masyarakat.
Di sela aktivitasnya sebagai lurah, ia dikenal rutin turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi, keluhan, dan kebutuhan warga.
Pendekatan yang mengedepankan kolaborasi menjadi salah satu ciri kepemimpinannya.
Bersama masyarakat, aparat TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan (Ormas), serta mahasiswa KMP- Patampanua, berbagai program berbasis pemberdayaan dan partisipasi masyarakat berhasil diwujudkan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah hadirnya Warung Kopi UMKM KoPsen Kelurahan Benteng, sebuah konsep pemberdayaan pelaku usaha mikro yang dirancang sebagai ruang ekonomi sekaligus tempat berkumpul dan berdiskusi bagi masyarakat.
Program ini disebut sebagai salah satu inovasi berbasis UMKM yang unik di Sulawesi Selatan.
Tak hanya di sektor ekonomi, Andi Rahmat juga menggagas Rumah Restorative Justice (RJ) sebagai wadah penyelesaian persoalan sosial dan konflik warga melalui pendekatan musyawarah dan perdamaian, sehingga diharapkan mampu memperkuat harmonisasi di tengah masyarakat.
Dalam bidang keamanan dan ketertiban, Kelurahan Benteng membentuk Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) yang melibatkan perwakilan warga dari tiga lingkungan bersama aparat kepolisian.
Forum ini menjadi sarana komunikasi dan penyelesaian berbagai persoalan sosial secara partisipatif (20/06/2026).
Prestasi lain yang turut mengangkat nama Kelurahan Benteng adalah keberhasilannya dalam program kesehatan lingkungan melalui pembentukan Kampung Bebas Jentik.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan saat berkunjung ke Kelurahan Benteng sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam menjalankan berbagai programnya, Andi Rahmat juga mendapat dukungan dari sang istri, A. Tety Ansidar, yang aktif mendampingi berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Berbagai kalangan menilai bahwa inovasi yang lahir di Kelurahan Benteng dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, terutama dalam membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, dan kalangan mahasiswa.
Dengan pendekatan yang mengutamakan gotong royong dan partisipasi publik, Kelurahan Benteng terus berupaya menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi, penguatan keamanan, penyelesaian konflik secara damai, hingga peningkatan kualitas kesehatan lingkungan.
Keberhasilan berbagai program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan dan mendorong lahirnya inovasi serupa di berbagai daerah di Indonesia.
Komentar

