WWW.PATROLISULSEL.COM, PINRANG — Dugaan aksi pemerasan dan ancaman melalui media digital kembali menjadi sorotan. Seorang oknum TNI di Kabupaten Pinrang disebut-sebut menjadi sasaran ancaman oleh pihak yang diduga terkait praktik passobis. (20/08/2026)
Informasi yang beredar menyebutkan, korban diduga diancam akan dipermalukan dengan cara menyebarluaskan video bermuatan mesum yang disebut-sebut melibatkan dirinya.
Namun, muncul kejanggalan. Pihak yang diduga melakukan ancaman tersebut disebut justru mengait-ngaitkan korban dengan video mesum, tetapi hingga kini belum terlihat adanya bukti yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai keberadaan video tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah video tersebut benar-benar ada, atau hanya dijadikan alat untuk menakut-nakuti dan menekan korban?
Jika benar terdapat upaya mengancam, mempermalukan, atau meminta sesuatu dengan menjadikan video pribadi sebagai alat tekanan, aparat penegak hukum perlu mengusutnya secara serius. Terlebih apabila modus tersebut dilakukan secara terorganisir dan menyasar korban lainnya.
Publik kini menunggu keberanian aparat untuk membongkar dugaan modus tersebut. Jangan sampai ancaman melalui video pribadi menjadi senjata baru untuk memeras dan meneror masyarakat.
Di sisi lain, seluruh pihak juga perlu mengedepankan asas praduga tak bersalah. Klaim mengenai adanya video mesum maupun keterlibatan seseorang harus dibuktikan secara sah, bukan sekadar tuduhan atau ancaman di ruang digital.
Pertanyaannya sederhana: siapa yang sebenarnya berada di balik ancaman tersebut, dari mana klaim video itu berasal, dan apa motif sesungguhnya?
Aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan penelusuran terhadap komunikasi, nomor rekening apabila ada permintaan uang, akun media sosial, serta bukti digital lainnya untuk memastikan apakah kasus ini merupakan dugaan pemerasan, ancaman, atau sekadar klaim tanpa dasar.
Kasus ini layak dibuka secara terang. Jika benar ada pelaku, proses hukum. Jika hanya tuduhan tanpa bukti, jangan biarkan nama dan kehormatan seseorang menjadi korban.
**baramakassar_
Komentar