Makassar Itu Indah, Kawan! Kalau Bukan Kita yang Jaga, Siapa Lagi?” Seruan Haru Bara untuk Kota Daeng
WWW.PATROLISULSEL.COM, MAKASSAR – Di balik kerasnya karakter masyarakat Makassar, tersimpan jiwa persaudaraan, harga diri, dan kepedulian yang diwariskan secara turun-temurun. Kota yang dikenal dengan keberanian masyarakatnya ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tanah kelahiran yang menyimpan sejuta cerita, kenangan, dan kebanggaan. (29/09/2026).
Bara, sosok di balik Baramakassar yang dikenal sebagai admin media sosial sekaligus bagian dari komunitas media online di Kota Makassar, menyampaikan seruan penuh haru kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan kehormatan Kota Daeng.
“Kalau bukan kita, siapa lagi yang mau menjaga kampung kita? Makassar ini rumah kita, tempat kita lahir, tumbuh, mencari nafkah, dan membesarkan anak-anak kita. Jangan sampai kota yang kita cintai justru rusak karena ulah kita sendiri,” ungkap Bara.
Menurutnya, Makassar telah dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia. Masyarakatnya memiliki karakter keras, berani, dan pantang menyerah. Namun, di balik karakter tersebut, orang Makassar memiliki falsafah hidup yang jauh lebih besar, yakni Siri’ Na Pacce, yang mengajarkan harga diri, solidaritas, serta kepedulian terhadap sesama.
Bara mengingatkan bahwa keberanian sejati masyarakat Makassar bukanlah tentang siapa yang paling kuat, siapa yang paling ditakuti, atau siapa yang paling berkuasa. Keberanian sesungguhnya adalah ketika seseorang mampu menjaga saudaranya, meredam amarah, dan berdiri bersama demi kedamaian tanah kelahirannya.
“Orang Makassar memang dikenal keras, kawan. Tapi jangan pernah lupa, kita punya Siri’ Na Pacce. Kita punya hati, kita punya rasa malu, dan kita punya kepedulian ketika melihat saudara kita menderita. Jangan sampai karena emosi sesaat, kita menghancurkan persaudaraan yang dibangun oleh para pendahulu kita,” tegasnya.
Makassar Terlalu Indah untuk Dirusak
Bara juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari generasi muda, komunitas motor, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga para tokoh masyarakat, untuk tidak mudah terprovokasi oleh persoalan yang berpotensi memecah belah persaudaraan.
Baginya, perbedaan pendapat dan perselisihan merupakan bagian dari kehidupan. Namun, tidak ada persoalan yang seharusnya membuat masyarakat kehilangan rasa persaudaraan dan kecintaan terhadap kampung halamannya.
“Makassar itu indah, kawan. Jangan hanya bangga mengatakan kita anak Makassar kalau kita sendiri tidak mampu menjaga kota ini. Jangan tunggu kampung kita hancur baru kita sadar betapa berharganya kedamaian,” ujarnya.
Ia berharap generasi muda Makassar dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, bukan justru terjebak dalam permusuhan yang hanya meninggalkan luka dan penyesalan.
Jangan Wariskan Kebencian kepada Anak Cucu Kita
Di akhir seruannya, Bara menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa Kota Makassar bukan hanya milik generasi hari ini, melainkan juga milik anak cucu yang kelak akan melanjutkan kehidupan di tanah yang sama.
Jalanan yang hari ini dilalui, lorong-lorong tempat anak-anak bermain, hingga sudut-sudut kota tempat masyarakat mencari nafkah adalah bagian dari rumah besar yang harus dijaga bersama.
“Kawan, kita boleh berbeda kelompok, berbeda pendapat, bahkan berbeda jalan hidup. Tapi ketika berbicara tentang Makassar, kita semua adalah saudara. Jangan wariskan kebencian kepada anak cucu kita. Wariskanlah kota yang aman, damai, dan penuh persaudaraan.”
Bara menegaskan bahwa menjaga Makassar bukan semata-mata tugas aparat keamanan atau pemerintah. Setiap warga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga ketertiban dan tidak membiarkan permusuhan merusak kehidupan masyarakat.
“Ingat, kawan! Sejauh apa pun kaki kita melangkah, setinggi apa pun kita meraih kesuksesan, pada akhirnya kita akan selalu merindukan kampung halaman. Makassar adalah rumah kita. Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi?”
#MAKASSAR ITU INDAH, KAWAN!
Jaga persaudaraan, rawat kedamaian, dan jangan pernah lupakan Siri’ Na Pacce.
*BARAMAKASSAR_

Post a Comment