WWW.PATROLISULSEL.COM, MAKASSAR – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria diduga melakukan kekerasan terhadap istrinya yang sedang berjualan pukis viral di media sosial dan menuai kecaman publik. (07/06/2026).
Peristiwa tersebut disebut terjadi di Jalan Talassalapang, tepatnya di depan Toko VJ Vapor, Kota Makassar, pada Sabtu (6/6/2026).
Dalam rekaman video yang beredar, pelaku terlihat mendatangi lokasi jualan korban lalu secara tiba-tiba mengamuk. Pelaku diduga melempar adonan pukis yang berada di atas meja ke arah korban hingga membuat suasana di sekitar lokasi menjadi gaduh.
Tak hanya itu, pelaku juga diduga menyiramkan bensin ke dalam ember merah yang berisi adonan pukis dalam jumlah besar. Tindakan tersebut menyebabkan seluruh adonan yang menjadi modal usaha korban tidak dapat digunakan lagi.
Aksi pelaku tidak berhenti sampai di situ. Korban mengaku telepon genggam miliknya juga dirampas secara paksa sebelum pelaku meninggalkan lokasi dan membawa kabur barang tersebut.
Menurut informasi yang beredar, korban selama ini terpaksa berjualan pukis untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga karena tidak mendapatkan nafkah yang layak dari suaminya. Dari hasil berjualan itulah korban membiayai kebutuhan rumah tangga hingga pendidikan anak-anak mereka.
Ironisnya, upaya korban untuk membantu perekonomian keluarga justru berujung pada perlakuan yang diduga mengandung unsur kekerasan dan intimidasi. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut menyebut aksi pelaku sangat merugikan korban karena menghancurkan sumber penghasilannya.
Korban disebut telah lama berada dalam situasi rumah tangga yang tidak harmonis dan kerap mengalami perlakuan serupa. Peristiwa terbaru ini disebut bukan kejadian pertama, melainkan bagian dari dugaan rangkaian kekerasan yang terus berulang.
Saat ini korban dikabarkan mengalami tekanan psikologis dan kelelahan akibat harus berjuang sendiri menghidupi keluarga sambil menghadapi persoalan rumah tangga yang berkepanjangan. Meski telah lama ingin berpisah, kondisi ekonomi dan tanggung jawab terhadap anak-anak membuat korban terus bertahan.
Video tersebut kini ramai diperbincangkan warganet. Banyak pihak mendesak agar kasus ini mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan lembaga perlindungan perempuan guna memastikan korban memperoleh perlindungan serta keadilan atas peristiwa yang dialaminya.
"Seharusnya seorang suami menjadi pelindung dan penopang keluarga, bukan justru menghancurkan sumber nafkah yang selama ini membantu kehidupan rumah tangga," tulis salah satu warganet yang turut menyoroti kasus tersebut.
Komentar
