Maraknya Begal dan Perang Kelompok di Makassar, Ketua Komunitas Baramakassar: Jangan Nodai Kota Kita dengan Kekerasan!


WWW.PATROLISULSEL.COM
, MAKASSAR — Maraknya aksi pembegalan dan perang kelompok yang meresahkan masyarakat di Kota Makassar menjadi peringatan serius bagi seluruh elemen masyarakat. Kota yang dikenal dengan nilai persaudaraan, keberanian, serta falsafah siri’ na pacce ini seharusnya menjadi tempat yang aman, damai, dan nyaman bagi semua orang, bukan justru diwarnai aksi kekerasan dan permusuhan (21/10/2026). 


Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Komunitas Media Online Baramakassar angkat bicara dan mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali menumbuhkan semangat perdamaian, persahabatan, dan persaudaraan sesama anak Sulawesi Selatan.


Menurutnya, menjaga keamanan dan kehormatan Kota Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan juga tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.


“Harusnya kita yang menjaga Makassar, bukan malah kita sendiri yang mencoreng dan menodai nama baik kota ini. Makassar adalah rumah kita bersama. Jangan karena ego, emosi, dan permusuhan sesaat, kita rela merusak masa depan saudara sendiri,” tegasnya.


Ia menilai, aksi begal dan perang kelompok tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Selain mengancam keselamatan masyarakat, tindakan tersebut juga menimbulkan ketakutan, mengganggu aktivitas warga, serta merusak citra Kota Makassar sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan.


Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa sesama orang Sulawesi, khususnya masyarakat Kota Makassar, sejatinya memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Perbedaan lingkungan, kelompok pergaulan, maupun persoalan pribadi tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menyerang, melukai, bahkan menghilangkan nyawa.


“Kita ini bersaudara. Jangan sampai hanya karena perbedaan kelompok, kita berubah menjadi musuh. Tidak ada kebanggaan dalam membegal, menyerang orang lain, atau terlibat perang kelompok. Keberanian yang sesungguhnya adalah kemampuan mengendalikan diri, menjaga teman, menghormati orang lain, dan melindungi kota yang kita cintai,” ujarnya.


Ketua Komunitas Baramakassar juga mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, komunitas, serta seluruh pihak terkait untuk mengambil peran aktif dalam mencegah keterlibatan generasi muda dalam aksi kriminal dan kekerasan jalanan.


Ia berharap aparat keamanan dapat terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan secara profesional sesuai hukum yang berlaku, sekaligus memperkuat pendekatan persuasif melalui pembinaan generasi muda dan penyelesaian konflik sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan.


Menurutnya, perdamaian bukan sekadar slogan yang diucapkan, melainkan sikap yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Persahabatan harus dibangun, permusuhan harus dihentikan, dan setiap persoalan semestinya diselesaikan melalui komunikasi, bukan dengan senjata tajam maupun aksi kekerasan.


“Jangan tunggu ada korban jiwa baru kita sadar bahwa perdamaian itu penting. Jangan tunggu keluarga kita menjadi korban baru kita merasakan sakitnya kehilangan. Mari berhenti saling mencari musuh dan mulai saling menjaga,” pesannya.


Ia menegaskan bahwa menjaga Makassar berarti menjaga keselamatan masyarakat, melindungi generasi muda, menghormati sesama, dan mempertahankan kehormatan kota yang menjadi kebanggaan bersama.


“Makassar bukan tempat untuk mempertontonkan kekerasan. Makassar adalah rumah bagi kita semua. Mari buktikan bahwa kita mampu menjaga kota ini dengan persaudaraan, bukan permusuhan; dengan persahabatan, bukan perkelahian; dan dengan perdamaian, bukan kekerasan,” tutupnya.


Seruan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat bahwa keamanan dan kedamaian Kota Makassar harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Sebab, kota yang kuat bukanlah kota yang dipenuhi pertikaian, melainkan kota yang masyarakatnya saling menghargai, saling melindungi, dan bersama-sama menjaga masa depan generasi berikutnya.

**bara
Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Maraknya Begal dan Perang Kelompok di Makassar, Ketua Komunitas Baramakassar: Jangan Nodai Kota Kita dengan Kekerasan!
  • Maraknya Begal dan Perang Kelompok di Makassar, Ketua Komunitas Baramakassar: Jangan Nodai Kota Kita dengan Kekerasan!
  • Maraknya Begal dan Perang Kelompok di Makassar, Ketua Komunitas Baramakassar: Jangan Nodai Kota Kita dengan Kekerasan!
  • Maraknya Begal dan Perang Kelompok di Makassar, Ketua Komunitas Baramakassar: Jangan Nodai Kota Kita dengan Kekerasan!
  • Maraknya Begal dan Perang Kelompok di Makassar, Ketua Komunitas Baramakassar: Jangan Nodai Kota Kita dengan Kekerasan!
  • Maraknya Begal dan Perang Kelompok di Makassar, Ketua Komunitas Baramakassar: Jangan Nodai Kota Kita dengan Kekerasan!