Sejumlah Ompreng MBG di SDN Bontonyeleng Bulukumba Disebut Tanpa Ayam, Dapur SPPG Taccorong Jadi Sorotan
WWW.PATROLISULSEL.COM, BULUKUMBA, - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 39 Bontonyeleng, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dikeluhkan setelah sejumlah ompreng makanan yang diterima siswa pada Selasa (20/10/2026) disebut tidak dilengkapi menu ayam.
Selain persoalan menu, pihak sekolah juga mengeluhkan keterlambatan distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Taccorong yang disebut terjadi selama empat hari terakhir.
Seorang guru SDN 39 Bontonyeleng membenarkan adanya sejumlah ompreng MBG yang tidak berisi ayam. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa (20/10/2026).
"Benar, Pak, ada beberapa ompreng atau kotak MBG yang tidak ada ayamnya," ujar guru tersebut yang meminta namanya tidak disebutkan.
Menurut dia, temuan ompreng tanpa menu ayam bukan kali pertama terjadi.
Sebelumnya, pihak sekolah juga pernah mendapati satu ompreng MBG yang tidak dilengkapi menu tersebut.
Keluhan itu memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian menu makanan yang didistribusikan kepada siswa dengan menu yang telah direncanakan dalam program MBG.
Distribusi MBG Disebut Terlambat Empat Hari
Selain masalah menu, pihak sekolah mengeluhkan waktu kedatangan makanan MBG yang dinilai terlambat.
Guru tersebut mengatakan, selama empat hari terakhir, ompreng MBG baru tiba sekitar pukul 11.30 WITA. Waktu kedatangan itu bertepatan dengan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian agar pembagian makanan kepada siswa dapat disesuaikan dengan jadwal istirahat dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Ketepatan waktu distribusi juga memerlukan koordinasi antara pihak SPPG sebagai penyedia makanan dan sekolah sebagai penerima manfaat.
BGN Bulukumba Sebut Empat Ompreng Sudah Diganti
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Bulukumba, Wahyu Saputra, mengatakan pihaknya telah menerima aduan terkait ompreng MBG yang disebut tidak dilengkapi menu ayam.
Berdasarkan penjelasan yang diterima dari pihak SPPG, empat ompreng yang menjadi persoalan tersebut telah ditangani melalui penggantian.
"Kami telah mendapat laporan terkait hal tersebut dan mendapatkan penjelasan dari SPPG bahwa empat ompreng tersebut telah dilakukan penyelesaian masalah atau penggantian sehingga hal tersebut selesai," tulis Wahyu melalui pesan WhatsApp, Selasa (20/10/2026).
Terkait keluhan keterlambatan distribusi, Wahyu menjelaskan bahwa penilaian mengenai keterlambatan konsumsi perlu mengacu pada batas waktu yang tercantum pada label makanan.
"Untuk keterlambatan yang dimaksud, yang harus kita ketahui adalah batas makan yang sudah ada pada label. Sehingga kalau belum melewati batas konsumsi, berarti belum masuk dalam kategori itu," jelasnya.
Meski demikian, Wahyu menyebut persoalan waktu pengantaran perlu dikomunikasikan secara teknis antara pihak SPPG dan penerima manfaat.
BGN Minta Penyebab Kejadian Didalami
Wahyu menegaskan, penyelesaian melalui penggantian makanan tidak berarti tidak ada persoalan yang terjadi pada peristiwa di sekolah tersebut. Menurut dia, perlu dilakukan pendalaman terhadap proses pelaksanaan MBG sejak awal hingga akhir untuk mengetahui penyebab kejadian.
"Lanjut dari itu harus terlebih dahulu dilakukan pendalaman proses mulai awal hingga akhir sehingga baru bisa kita ketahui letak sehingga terjadi hal tersebut di mana," pungkasnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala SPPG Taccorong belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Selasa (20/10/2026)..
.jpg)
.jpg)