Jangan Mengaku Orang Makassar Jika Tak Punya Rasa Malu!” Keluarga Korban Pelecehan Seksual Anak SD Tuntut Keadilan
-->

Header Menu

Jangan Mengaku Orang Makassar Jika Tak Punya Rasa Malu!” Keluarga Korban Pelecehan Seksual Anak SD Tuntut Keadilan

Thursday, March 12, 2026

WWW.PATROLISULSEL.COM
, Gowa — Keluarga korban pelecehan seksual terhadap seorang anak di bawah umur yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) menuntut agar pelaku segera diproses secara hukum dan dihukum seberat-beratnya. (12/03/2026).


Peristiwa yang menimpa anak yang seharusnya masih menikmati masa bermain dan belajar itu memicu kemarahan serta kesedihan mendalam dari pihak keluarga. Mereka menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan biadab yang mencederai nilai kemanusiaan serta merusak masa depan korban.


Dalam pernyataannya, keluarga korban dengan tegas menyampaikan bahwa pelaku telah mencoreng nilai budaya masyarakat Makassar yang dikenal menjunjung tinggi siri’ na pacce—rasa malu, harga diri, serta kepedulian terhadap sesama.


“Jangan mengaku dirimu orang Makassar jika kau tidak punya rasa malu. Orang Makassar menjunjung tinggi siri’ na pacce, bukan merusak masa depan anak kecil dengan perbuatan bejat seperti ini,” tegas keluarga korban dengan penuh emosi.


Keluarga korban juga mendesak aparat penegak hukum agar tidak lamban dalam menangani kasus tersebut. Mereka berharap proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban yang saat ini masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.


Kasus ini pun menuai perhatian masyarakat. Banyak pihak menilai tindakan pelecehan terhadap anak di bawah umur merupakan kejahatan serius yang tidak boleh ditoleransi dan harus ditindak tegas demi memberikan efek jera kepada pelaku.


Keluarga korban berharap keadilan benar-benar ditegakkan agar tidak ada lagi anak-anak lain yang menjadi korban dari kejahatan serupa. Mereka juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan.


“Kami hanya meminta keadilan. Lindungi anak-anak kami, jangan biarkan masa depan mereka dihancurkan oleh orang-orang yang tidak punya hati,” tutup pihak keluarga. **Bara