Putra Camat Sabbangparu Kabupaten Wajo Resmi Masuk Jejaring ICCN, Era Baru Ekonomi Kreatif Dimulai".
PATROLISULSEL.COM_Kabupaten Wajo kini menapaki langkah baru dalam peta ekonomi kreatif nasional. Sebuah langkah besar yang berpotensi mengubah wajah pembangunan daerah resmi dimulai pada akhir Maret 2026. Indonesia Creative City Network (ICCN), jejaring nasional penggerak kabupaten/kota kreatif, kini resmi membuka jejaringnya di Kabupaten Wajo. Senin (06/04/2026)
Penunjukan Alifian Kusuma sebagai Koordinator ICCN Kabupaten Wajo, serta ditetapkannya Wajo Creative Economy sebagai jejaring resmi ICCN, menjadi tonggak penting yang menandai dimulainya era baru ekonomi kreatif di daerah ini.
ICCN dikenal sebagai motor penggerak lahirnya kota dan kabupaten kreatif di Indonesia. Dengan mengusung kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, hingga media.ICCN menghadirkan ekosistem yang mampu mendorong inovasi, memperkuat kapasitas pelaku kreatif, serta membuka akses jejaring hingga ke tingkat nasional. Kehadirannya di Wajo menjadi peluang strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, menciptakan lapangan kerja baru, serta meningkatkan daya saing daerah.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Alifian Kusuma usai mengikuti Rapat Koordinasi Tim Korda dan Jejaring ICCN bersama tim D6 pusat dan Koordinator Provinsi Sulawesi Selatan.
“Alhamdulillah, saya baru saja mengikuti rapat koordinasi bersama tim D6 pusat dan koordinator provinsi. Saya dipercaya dan diberi amanah sebagai Koordinator Kabupaten Wajo ICCN melalui rekomendasi. Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, berbagai hal strategis dibahas, termasuk penguatan jejaring nasional serta pengenalan dengan tim ICCN dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi bekal awal untuk membangun gerakan kreatif yang lebih terstruktur di Wajo.
Alifian menegaskan, langkah awal yang akan segera dilakukan adalah menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada pengembangan ekonomi kreatif. Ia juga menargetkan perluasan jejaring dengan merangkul pelaku usaha kreatif, komunitas, hingga berbagai gerakan kreatif lokal.
Di tengah komitmen tersebut, Alifian juga menyampaikan bahwa amanah yang ia terima dimaknainya sebagai ruang untuk berkontribusi bagi daerah, bukan sekadar pencapaian pribadi.
“Bagi saya, ini bukan tentang kepentingan pribadi, tetapi lebih kepada bagaimana saya bisa memberi kontribusi untuk daerah kelahiran saya. Amanah ini juga bukan menjadi titik akhir dari usaha dan perjuangan, melainkan jawaban dan langkah awal untuk bersama-sama membangun sektor ekonomi kreatif di Wajo. Saya percaya, dengan kebersamaan dan usaha yang konsisten, hal ini bisa kita capai,” ujarnya.
Menurutnya, momentum ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa Wajo memiliki kapasitas dan potensi besar untuk masuk dalam jajaran kabupaten/kota kreatif di Indonesia.
“Ini bukan sekadar program, tetapi sebuah gerakan bersama untuk kemajuan daerah. Kita ingin membuka lembaran baru, agar pelaku ekonomi kreatif Wajo tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu tampil di panggung nasional,” tegasnya.
Dengan penuh optimisme, Alifian mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi kreatif, untuk bersatu dan mengambil bagian dalam gerakan ini.
“Saya mengajak seluruh teman-teman pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Wajo untuk bergandengan tangan. Tujuan kita sama, sehingga yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan kebersamaan agar manfaatnya bisa kita rasakan bersama, bahkan hingga anak cucu kita di masa mendatang,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa ICCN Wajo membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkontribusi.
“Insya Allah kami membuka pintu selebar-lebarnya. Bagi saya, tidak ada yang tidak bisa selama kita mau berusaha dan tujuan kita baik,” tambahnya.
Lebih dari itu, kehadiran ICCN di Wajo menjadi momentum strategis yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas kreatif, serta pemangku kepentingan lainnya. Dukungan kebijakan, fasilitasi program, serta ruang kolaborasi yang terbuka akan menjadi kunci dalam mempercepat terwujudnya ekosistem ekonomi kreatif yang maju dan berkelanjutan.
Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi elemen penting dalam gerakan ini. Dengan semangat gotong royong dan inovasi, potensi lokal Wajo diyakini mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.
Setelah keberhasilan Kabupaten Wajo pada tahun 2025 yang mencatatkan peningkatan ekonomi tertinggi kedua di Sulawesi Selatan, yang tidak terlepas dari sumbangsi sektor ekonomi kreatif, kini sorotan semakin tertuju pada daerah ini.
Wajo dinilai tengah berada pada momentum yang tepat untuk melangkah lebih jauh sebagai daerah kreatif yang berkembang dan berdaya saing.
Momentum ini bukan hanya milik segelintir pihak, melainkan peluang bersama yang terbuka luas bagi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk bergerak, berkontribusi, dan melanjutkan capaian positif demi masa depan Kabupaten Wajo yang lebih maju." Tutupnya

Komentar
