WWW.PATROLISULSEL.COM, MAKASSAR — Kondisi ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar kembali menjadi sorotan. SPBU Nomor 74.902.26 di Jalan Toddopuli disebut oleh operator tidak mendapatkan suplai BBM selama kurang lebih lima hari. (11/09/2026).
Informasi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terlebih ketika Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan bahwa stok BBM di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman.
Perbedaan informasi di lapangan dan pernyataan pemerintah tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya.
Jika stok BBM dinyatakan aman, mengapa SPBU di Jalan Toddopuli disebut tidak mendapatkan suplai selama lima hari?
Kondisi ini tentu membutuhkan penjelasan yang terang agar masyarakat tidak dibuat bingung oleh informasi yang berbeda.
Masyarakat berharap pihak terkait, termasuk Pertamina, dapat memberikan klarifikasi mengenai kondisi distribusi BBM ke SPBU tersebut. Apakah persoalannya berada pada ketersediaan stok, distribusi, jadwal pengiriman, atau faktor teknis lainnya?
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga diharapkan dapat memastikan bahwa klaim ketersediaan stok BBM benar-benar sejalan dengan kondisi distribusi di lapangan.
Sebab, bagi masyarakat, “stok aman” bukan sekadar soal jumlah BBM di terminal atau depot, tetapi juga apakah BBM tersebut benar-benar tersedia dan dapat dibeli masyarakat di SPBU.
Jika memang tidak ada persoalan pasokan secara umum, publik berhak mendapatkan penjelasan mengapa SPBU 74.902.26 Toddopuli disebut tidak menerima suplai selama lima hari.
Kini pertanyaan sederhananya menjadi perhatian masyarakat:
“Stok BBM memang aman, atau distribusinya yang sedang bermasalah?”
Klarifikasi dari pihak terkait dinilai penting agar tidak terjadi keresahan maupun spekulasi di tengah masyarakat.
**Baramakassar_
Komentar