WWW.PATROLISULSEL.COM, MAKASSAR – Aksi nekat seorang penjual asongan yang memanjat badan kapal menggunakan seutas tali demi menawarkan dagangannya kepada penumpang menuai perhatian publik. Peristiwa tersebut terjadi di area pelabuhan dan terekam oleh warga yang berada di sekitar lokasi.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat pria tersebut berusaha menaiki kapal yang masih bersandar dengan memanfaatkan tali yang menjuntai dari atas dek. Tanpa alat pengaman dan hanya mengandalkan kekuatan tangan serta kaki, ia perlahan naik demi menjajakan barang dagangannya kepada para penumpang di atas kapal.
Aksi ini pun memantik reaksi beragam. Di satu sisi, masyarakat menilai tindakan tersebut sebagai potret kerasnya perjuangan ekonomi masyarakat kecil. Namun di sisi lain, langkah tersebut dinilai sangat berisiko dan membahayakan keselamatan, baik bagi penjual itu sendiri maupun penumpang kapal.
Pengamat transportasi maritim menegaskan bahwa aktivitas keluar-masuk kapal tanpa izin resmi melanggar prosedur keselamatan pelabuhan. “Area sandar kapal memiliki standar keamanan ketat. Aktivitas di luar prosedur bisa membahayakan dan berpotensi menimbulkan insiden,” ujarnya.
Pihak otoritas pelabuhan diharapkan dapat meningkatkan pengawasan guna mencegah kejadian serupa terulang. Selain faktor keselamatan, pengaturan aktivitas pedagang di kawasan pelabuhan juga menjadi perhatian agar tetap tertib tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan dan ekonomi rakyat kecil.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa di balik geliat aktivitas pelabuhan, terdapat realitas sosial yang tak bisa diabaikan. Antara kebutuhan ekonomi dan aturan keselamatan, diperlukan solusi yang tidak hanya tegas, tetapi juga berkeadilan.
Komentar