WWW.PATROLISULSEL.COM, MAKASSAR – Satu minggu menjelang bulan suci Ramadan 2026, denyut Kota Makassar mulai terasa berbeda. Bukan hanya masjid yang bersiap, tapi juga dompet warga yang perlahan “diperingatkan” untuk siaga. Pertanyaannya satu: warga Makassar sudah siap berburu takjil?
Pantauan di sejumlah titik kota, aroma persiapan Ramadan mulai tercium—secara harfiah maupun emosional. Lapak-lapak musiman mulai disiapkan, pedagang es pisang ijo bersolek lebih awal, dan warga mulai berdiskusi serius soal menu berbuka, meski puasanya belum dimulai.
“Kalau soal niat puasa, insyaallah siap. Tapi kalau dengar kata takjil, itu refleks,” ujar salah satu warga sambil tertawa.
Fenomena berburu takjil di Makassar memang bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan tradisi sosial. Dari jalur veteran hingga kawasan pantai, Ramadan selalu identik dengan kemacetan jelang magrib, bukan karena demo, tapi karena semua orang punya tujuan mulia yang sama: berbuka tepat waktu dan tepat rasa.
Menariknya, antusiasme ini juga berdampak positif pada ekonomi rakyat. Pedagang musiman mulai menghitung hari, sementara UMKM kuliner berharap Ramadan tahun ini membawa berkah lebih besar dari tahun sebelumnya.
Meski demikian, warga diimbau tetap bijak—baik dalam berbelanja maupun berlalu lintas. Karena Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tapi juga menahan klakson dan emosi di jalan.
Satu minggu menuju Ramadan, Makassar seolah sudah siap. Tinggal satu hal yang masih jadi misteri tahunan: beli takjil secukupnya, atau kalap seperti biasa?
Baramakassar_
Komentar